Kamis, 02 Januari 2014

Menemukan Kekuatan Citra Dan Bagaimana Citra Menciptakan Dunia
Part 2

Spanyol Utara,sebuah tempat bernama Altamira pada abad ke 19 menjadi kunci tentang kapan gambar pertama dibuat. Dan luar biasannya  gambar itu ditemuakan oleh seorang gadis berusia 9 tahun bernama Maria, seorang putri dari arkeolog amatir di Spanyol. Tahun 1979 maria menemuakan sebuah galeri pertama dari lukisan prasejarah, lembu ox yang sudah lama punah. Penemuan yang sama, juga terjadi disebuah gua bernama Lascaux. Pablo Picasso berkata ‘Kita tidak belajar apa-apa’ setelah melihat penemuan itu. Dari gambar di gua tersebut diprediksi sekitar 35 ribu tahun yang lalu, adalah  saat ketika orang mulai pertama kali membuat gambar, dan para arkeolog menyebutnya ‘ ledakan kreatif ‘ .
Sebuah lukisan juga ditemukan di Afrika Selatan yang tersembunyi di tebing tinggi Drakensberg. Gambar ini menceritakan adegang berburu ratusan tahun yang lalu yang dilukis oleh seorang suku San para Bushman. Seorang Professor David Lewis William melihat keanehan pada lukisan tersebut. Itu bukan hanya sekedar lukisan berburu. Setelah membaca sebuah manuskrip Blake yang pernah menulis tentang suku San pada abad ke 19, bahwa lukisan tersebut ada hubungannya dengan agama. Agama mereka terbentuk pada ide berjalan ke dunia roh yang disebut keadaan trans dan tradisi ini masih dipraktekkan sampai sekarang oleh keturunan suku San. Perjalanan ini terjadi jika anggota suku sakit, dan seorang tabib (Shaman) diminta menjadi trans untuk menyembuhakn penyakit anggota suku. Upacara Trans ini dimulai dengan para wanita dari suku San bernyanyi menciptakan mantera yang kuat, lalu tarian dimulai dipimpin oleh Shaman. Sesuatu terjadi pada sang Shaman, dia seakan tidak sadarkan diri dan jatuh pingsan. Shaman akan mati dan pergi kedunia roh. Dan dari sanalah Shaman bisa menyembuhkan orang. Dari peristiwa tersebut dan dihubungkan dengan lukisan yang ditemukan di tebing, dia akhirnya menemukan titik terang bahwa lukisan itu adalah pengalaman rohani dalam Trans.
Misteri pada gambar yang ditemukan di duania belahan Eropa dan Afrika Selatan memiliki corak yang sama. Yaitu ada bintik-bintik di seluruh lukisan. David Lewis kembali meneliti hal tersebut dan menghubungkannya ke dalam ritual Trans, dari suku San. Lewis menemukan bahwa hal pertama yang Shaman lihat adalah garis zig zag dan kabut bintik atau kis-kisi. Mereka melihat ini karena memang sudah terpatri dalam otak manusia. Intinya semua otak manusia sama tanpa pedulu ras dan suku. Dari zaman purba sampai sekarang. Itulah penjelasannya mengenai pola tersebut. Seorang Psikiter di London Dominic Ffytche membuat sebuah kacamata LED beintensitas tinggi untuk mengobati pasien yang mempunyai kelainan terhadap otak yang berhubungan dengan penglihatan. Pasien nya mengatakan melihat pola-pola yang aneh saat mencoba menggunakan kacamata LED itu. Dan itu cukup menjelaskan pola-pola aneh tersebut. Bahwa didalam gua yang sangat gelap, seniman prasejarah mengalami kehilangan indera dan ini memancing halusinasi aneka bentuk dan pola abstrak yang kemudian dilukis.

Perubahan drastis muncul 12 ribu tahun yang lalu, pasa seniman purba berhenti melukis di gua. Tidak ada ahli yang dapat menjawab peryataan tersebut.  Sebuah puncak bukit besar didaerah Turkey Selatan bernama Gilbeklitapey memberi jawaban kenapa seniman purba tidak melukis lagi di gua-gua. Seorang arkeolog dari Perancis mulai menggali tempat tersebut, dan hebatnya dia menemukan puing-ouing batu berbentuk T tang diperkirakan berumur 12 ribu tahun dimana manusia berhenti melukis di Gua. Batu Megalit itu ternyata terukir dengan lusinan hewan besar untuk upacara agama berpusat. Ternyata manusia tidak pernah benar-benar berhenti melukis. Tapi dikarenakan suatu hal, belum ditemukan bukti-bukti lainnya yang jelas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar