Menemukan
Kekuatan Citra Dan Bagaimana Citra Menciptakan Dunia
Part
2
Spanyol Utara,sebuah tempat
bernama Altamira pada abad ke 19 menjadi kunci tentang kapan gambar pertama
dibuat. Dan luar biasannya gambar itu ditemuakan
oleh seorang gadis berusia 9 tahun bernama Maria, seorang putri dari arkeolog
amatir di Spanyol. Tahun 1979 maria menemuakan sebuah galeri pertama dari
lukisan prasejarah, lembu ox yang sudah lama punah. Penemuan yang sama, juga
terjadi disebuah gua bernama Lascaux. Pablo Picasso berkata ‘Kita tidak belajar
apa-apa’ setelah melihat penemuan itu. Dari gambar di gua tersebut diprediksi sekitar
35 ribu tahun yang lalu, adalah saat
ketika orang mulai pertama kali membuat gambar, dan para arkeolog menyebutnya ‘
ledakan kreatif ‘ .
Sebuah lukisan juga ditemukan di
Afrika Selatan yang tersembunyi di tebing tinggi Drakensberg. Gambar ini
menceritakan adegang berburu ratusan tahun yang lalu yang dilukis oleh seorang
suku San para Bushman. Seorang Professor David Lewis William melihat keanehan
pada lukisan tersebut. Itu bukan hanya sekedar lukisan berburu. Setelah membaca
sebuah manuskrip Blake yang pernah menulis tentang suku San pada abad ke 19,
bahwa lukisan tersebut ada hubungannya dengan agama. Agama mereka terbentuk
pada ide berjalan ke dunia roh yang disebut keadaan trans dan tradisi ini masih
dipraktekkan sampai sekarang oleh keturunan suku San. Perjalanan ini terjadi
jika anggota suku sakit, dan seorang tabib (Shaman) diminta menjadi trans untuk
menyembuhakn penyakit anggota suku. Upacara Trans ini dimulai dengan para
wanita dari suku San bernyanyi menciptakan mantera yang kuat, lalu tarian
dimulai dipimpin oleh Shaman. Sesuatu terjadi pada sang Shaman, dia seakan
tidak sadarkan diri dan jatuh pingsan. Shaman akan mati dan pergi kedunia roh.
Dan dari sanalah Shaman bisa menyembuhkan orang. Dari peristiwa tersebut dan
dihubungkan dengan lukisan yang ditemukan di tebing, dia akhirnya menemukan
titik terang bahwa lukisan itu adalah pengalaman rohani dalam Trans.
Misteri pada gambar yang
ditemukan di duania belahan Eropa dan Afrika Selatan memiliki corak yang sama.
Yaitu ada bintik-bintik di seluruh lukisan. David Lewis kembali meneliti hal
tersebut dan menghubungkannya ke dalam ritual Trans, dari suku San. Lewis menemukan
bahwa hal pertama yang Shaman lihat adalah garis zig zag dan kabut bintik atau
kis-kisi. Mereka melihat ini karena memang sudah terpatri dalam otak manusia.
Intinya semua otak manusia sama tanpa pedulu ras dan suku. Dari zaman purba
sampai sekarang. Itulah penjelasannya mengenai pola tersebut. Seorang Psikiter
di London Dominic Ffytche membuat sebuah kacamata LED beintensitas tinggi untuk
mengobati pasien yang mempunyai kelainan terhadap otak yang berhubungan dengan
penglihatan. Pasien nya mengatakan melihat pola-pola yang aneh saat mencoba
menggunakan kacamata LED itu. Dan itu cukup menjelaskan pola-pola aneh
tersebut. Bahwa didalam gua yang sangat gelap, seniman prasejarah mengalami
kehilangan indera dan ini memancing halusinasi aneka bentuk dan pola abstrak
yang kemudian dilukis.
Perubahan drastis muncul 12 ribu
tahun yang lalu, pasa seniman purba berhenti melukis di gua. Tidak ada ahli
yang dapat menjawab peryataan tersebut.
Sebuah puncak bukit besar didaerah Turkey Selatan bernama Gilbeklitapey
memberi jawaban kenapa seniman purba tidak melukis lagi di gua-gua. Seorang
arkeolog dari Perancis mulai menggali tempat tersebut, dan hebatnya dia
menemukan puing-ouing batu berbentuk T tang diperkirakan berumur 12 ribu tahun
dimana manusia berhenti melukis di Gua. Batu Megalit itu ternyata terukir
dengan lusinan hewan besar untuk upacara agama berpusat. Ternyata manusia tidak
pernah benar-benar berhenti melukis. Tapi dikarenakan suatu hal, belum
ditemukan bukti-bukti lainnya yang jelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar