Kamis, 02 Januari 2014

Seni dan Kepercayaan
Part 4
Film adalah salah satu wujud seni yang sangat mengakar dikehidupan kita. Berbagai genre film yang dibuat dengan keindahan tersendiri telah menjadi hiburan yang tak bisa dihilangkan dikehidupan sehari-hari. Tapi bagaimanakah sejarah terbentuknya cerita visual atau sekarang dikenal dengan film ? kita akah bahas pada halaman ini.
Seorang arkeolog yang bernama Austin Henry Layard menemukan kumpulan 25 ribu tablet dari tanah liat di Mesopotamia yang terletak di gurun Timur tengah pada abad ke -19. Yang dipenuhi oleh huruf Baji, huruf tulisan pertama. Tulisan yang berisi cerita pertama di dunia ini mengisahkan tentang sebuah kota bernama Uruk yang merupakan kota terbesar didunia yang dibangun oleh raja Gilgamesh  pada 6000 tahun yang lalu. Disini diceritakan tentang Gilgamesh yang mencari keabadian dengan membunuh Monster dan menantang para dewa. Kepahlawanan Gilgamesh diceritakan bahwa dia menyerang dan membunuh singa dengan tangan kosong.
Para raja dan kaisar memanfaatkan cerita kepahlawanan Gilgamesh untuk mendapat ketenaran dari rakyatnya, salah satunya adalah raja Asiria, Ashurbanipal. Dia memulainya dengan cerita yang ditulis tersebut dan menggatinya dengan memakai gambar dengan dirinya sebagai pemeran utama. Tidak akan ada yang tau kebenarannya karena cerita tentang Gilgamesh itu ditulis dalam huruf Baji yang jarang sekali ada yang bisa membacanya. Gambar itu dibagi menjadi 4 bagian yaitu seorang pembantu yang membuka kandang singa, singa yang melompat keluar, singa yang terkena panah prajurit dan Ashurbaniqal yang menikam singa tersebut dengan pedang. Cerita Ashurbaniqal dapat dipahami tak hanya bagi yang bisa membaca tapi semua orang yang bisa melihatnya karena diukir didinding istananya.
Ashurbaniqal kembali meningkatkan ketenarannya dengan sebuah crita yang panjang dalam bentuk gambar diistananya yang bercerita tentang peperangan melawan orang Elam. Cerita dimulai dari kumpulan orang Elam yang memakai ikat kepala didesak oleh pasukan Ashurbaniqal dan dibunuh di sungai. Tapi sayangnya gambarnya tidak teratur sehingga sulit untuk menentukan urutan cerita dan terlalu kaku untuk mengapresiasikan emosi sedih,dan marah sehingga membuat yang melihatnya tak merasa terlibat dengan cerita itu.
Dongeng Homer tentang Odysseus dari Yunani adalah cerita yang divisualkan dengan sangat indah. Di garis pantai Sperlonga, Italia selatan terdapat banyak gua yang dulunya dijadikan tempat makan para pengunjung kerajaan yang dikelilingi oleh patung marmer yang menceritakan adegan penting dari kisah Odysseus. Sebuah patung indah memperlihatkan adegan saat  Odysseus akan menancapkan sebuah kayu ke mata seorang raksasa yang penuh dengan emosi dan amarah. Dengan melukiskan emosi secara jelas seniman yunani mendapat cara untuk menghidupkan cerita mereka.
Memvisualkan cerita dengan emosi dilanjutakn di Roma 100 tahun setelah Kristus lahir. Yaitu cerita yang sangat berambisius sepanjang sejarah yang berada di sebuah dinding tiang Trajam. Dari dekorasi sepanjang 20 meter ini menceritakan rincian kisah serangan Trajan terhadap orang Dacia. Ini disebut film kepahlawanan tak bergerak di batu. Tentu Trajan menjadi tokoh utama cerita ini, dia tampil 59 kali. Dan ditambah dengan Raja Dacia dan 2500 orang pasukan yang emosi perseorangan dibuat berbeda. Ada satu hal lagi yang terpenting dalam cerita ini. Seniman membuat sebuah pohon untuk membagi tiap adegannya sepert yang dialkukan oleh sutradara dengan memotong adegan. Disebuah lukisan lain, sekumpulan mayat pasukan dikubur dibawah perisainnya yang dilihat dari atas dan menjadi salah satu cara cara pengambilan gambar ‘bird eye view’. Seniman tersebut merasa semakin banyak sudut pandang yang diambil semakin dramatisir cerita tersebut.  
Pada abad ke-20 seorang inggris yang merupakan seorang biologi malalui pelatihan Baldwin Spencer tiba di Arnhem Land dan menetap bersama suku Aborigin, Australia. Dia kagum melihat suku aborigin yang suka melukis di kulit kayu ataupun di gua-gua. Orang aborigin selalu melukis hal yang sama yaitu ikan Baramundi, citra dewa bumi Yingana atau manusia kilat. Lukisan itu sama dengan yang pernah dia temukan di batu bukit yang dilukis ribuan tahun lalu. Suku aborigin mengatakan gambar-gambar tersebut adalah sebuah cerita tentang hidup.
Seorang presenter TV David Attenborugh mengunjungi gua yang ada di Arnhem Land. Dia sangat takjub dengan apa yang dia lihat. Dia bertemu dengan seorang pelukis lokal bernama Mugane yang sedang melukis persegi panjang yang dia anggap itu terompet yang berukuran 4-5 kaki. Saat itu disana sedang ada upacara besar yangmana terompet itu menjadi bagian penting dalam upacara. Lukisan aborigin memiliki kekuataan karena digabung dengan musik sehingga menstimulasi 2 indra, mata dan telinga. Suku aborigin masih mempertahankan upacar bercerita sampai sekarang, semua orang berkumpul dan seseorang bernyanyi dengan ketukan. Lalu mereka mulai melukis diri dengan desain totem di dada mereka. Para anggota suku berkumpul saat malam dan duduk dibawah lukisan purba sambil bercerita. Lukisan tersebut dikelilingi oleh tarian, nyanyian, ketukan dan suara tetua yang bercerita. Inilah kekuataan cerita suku aborigin sehingga bertahan ribuan  tahun.
Dan akhirnya tahun 1894 cerita bergerak ditemukan. Sebuah film dari Australia yang bercerita tentang penjahat Ned Kelly tapi tanpa suara. Sampai akhihrnya para sutradara tau cara memasukkan efek suara seperti film-film sekarang ini.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar