Seni
dan Kepercayaan
Part
4
Film adalah salah satu
wujud seni yang sangat mengakar dikehidupan kita. Berbagai genre film yang
dibuat dengan keindahan tersendiri telah menjadi hiburan yang tak bisa
dihilangkan dikehidupan sehari-hari. Tapi bagaimanakah sejarah terbentuknya
cerita visual atau sekarang dikenal dengan film ? kita akah bahas pada halaman
ini.
Seorang arkeolog yang bernama
Austin Henry Layard menemukan kumpulan 25 ribu tablet dari tanah liat di
Mesopotamia yang terletak di gurun Timur tengah pada abad ke -19. Yang dipenuhi
oleh huruf Baji, huruf tulisan pertama. Tulisan yang berisi cerita pertama di
dunia ini mengisahkan tentang sebuah kota bernama Uruk yang merupakan kota
terbesar didunia yang dibangun oleh raja Gilgamesh pada 6000 tahun yang lalu. Disini diceritakan
tentang Gilgamesh yang mencari keabadian dengan membunuh Monster dan menantang
para dewa. Kepahlawanan Gilgamesh diceritakan bahwa dia menyerang dan membunuh
singa dengan tangan kosong.
Para raja dan kaisar memanfaatkan
cerita kepahlawanan Gilgamesh untuk mendapat ketenaran dari rakyatnya, salah
satunya adalah raja Asiria, Ashurbanipal. Dia memulainya dengan cerita yang
ditulis tersebut dan menggatinya dengan memakai gambar dengan dirinya sebagai
pemeran utama. Tidak akan ada yang tau kebenarannya karena cerita tentang
Gilgamesh itu ditulis dalam huruf Baji yang jarang sekali ada yang bisa
membacanya. Gambar itu dibagi menjadi 4 bagian yaitu seorang pembantu yang
membuka kandang singa, singa yang melompat keluar, singa yang terkena panah
prajurit dan Ashurbaniqal yang menikam singa tersebut dengan pedang. Cerita
Ashurbaniqal dapat dipahami tak hanya bagi yang bisa membaca tapi semua orang
yang bisa melihatnya karena diukir didinding istananya.
Ashurbaniqal kembali meningkatkan
ketenarannya dengan sebuah crita yang panjang dalam bentuk gambar diistananya
yang bercerita tentang peperangan melawan orang Elam. Cerita dimulai dari kumpulan
orang Elam yang memakai ikat kepala didesak oleh pasukan Ashurbaniqal dan
dibunuh di sungai. Tapi sayangnya gambarnya tidak teratur sehingga sulit untuk
menentukan urutan cerita dan terlalu kaku untuk mengapresiasikan emosi
sedih,dan marah sehingga membuat yang melihatnya tak merasa terlibat dengan
cerita itu.
Dongeng Homer tentang Odysseus
dari Yunani adalah cerita yang divisualkan dengan sangat indah. Di garis pantai
Sperlonga, Italia selatan terdapat banyak gua yang dulunya dijadikan tempat
makan para pengunjung kerajaan yang dikelilingi oleh patung marmer yang
menceritakan adegan penting dari kisah Odysseus. Sebuah patung indah
memperlihatkan adegan saat Odysseus akan
menancapkan sebuah kayu ke mata seorang raksasa yang penuh dengan emosi dan
amarah. Dengan melukiskan emosi secara jelas seniman yunani mendapat cara untuk
menghidupkan cerita mereka.
Memvisualkan cerita dengan emosi
dilanjutakn di Roma 100 tahun setelah Kristus lahir. Yaitu cerita yang sangat
berambisius sepanjang sejarah yang berada di sebuah dinding tiang Trajam. Dari
dekorasi sepanjang 20 meter ini menceritakan rincian kisah serangan Trajan
terhadap orang Dacia. Ini disebut film kepahlawanan tak bergerak di batu. Tentu
Trajan menjadi tokoh utama cerita ini, dia tampil 59 kali. Dan ditambah dengan
Raja Dacia dan 2500 orang pasukan yang emosi perseorangan dibuat berbeda. Ada
satu hal lagi yang terpenting dalam cerita ini. Seniman membuat sebuah pohon
untuk membagi tiap adegannya sepert yang dialkukan oleh sutradara dengan
memotong adegan. Disebuah lukisan lain, sekumpulan mayat pasukan dikubur
dibawah perisainnya yang dilihat dari atas dan menjadi salah satu cara cara pengambilan
gambar ‘bird eye view’. Seniman tersebut merasa semakin banyak sudut pandang
yang diambil semakin dramatisir cerita tersebut.
Pada abad ke-20 seorang inggris
yang merupakan seorang biologi malalui pelatihan Baldwin Spencer tiba di Arnhem
Land dan menetap bersama suku Aborigin, Australia. Dia kagum melihat suku
aborigin yang suka melukis di kulit kayu ataupun di gua-gua. Orang aborigin
selalu melukis hal yang sama yaitu ikan Baramundi, citra dewa bumi Yingana atau
manusia kilat. Lukisan itu sama dengan yang pernah dia temukan di batu bukit
yang dilukis ribuan tahun lalu. Suku aborigin mengatakan gambar-gambar tersebut
adalah sebuah cerita tentang hidup.
Seorang presenter TV David
Attenborugh mengunjungi gua yang ada di Arnhem Land. Dia sangat takjub dengan
apa yang dia lihat. Dia bertemu dengan seorang pelukis lokal bernama Mugane
yang sedang melukis persegi panjang yang dia anggap itu terompet yang berukuran
4-5 kaki. Saat itu disana sedang ada upacara besar yangmana terompet itu
menjadi bagian penting dalam upacara. Lukisan aborigin memiliki kekuataan
karena digabung dengan musik sehingga menstimulasi 2 indra, mata dan telinga.
Suku aborigin masih mempertahankan upacar bercerita sampai sekarang, semua
orang berkumpul dan seseorang bernyanyi dengan ketukan. Lalu mereka mulai
melukis diri dengan desain totem di dada mereka. Para anggota suku berkumpul
saat malam dan duduk dibawah lukisan purba sambil bercerita. Lukisan tersebut
dikelilingi oleh tarian, nyanyian, ketukan dan suara tetua yang bercerita.
Inilah kekuataan cerita suku aborigin sehingga bertahan ribuan tahun.
Dan akhirnya tahun 1894 cerita
bergerak ditemukan. Sebuah film dari Australia yang bercerita tentang penjahat
Ned Kelly tapi tanpa suara. Sampai akhihrnya para sutradara tau cara memasukkan
efek suara seperti film-film sekarang ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar