Seni
Mempengaruhi
Part
3
Seni tidak hanya untuk mengapresiasikan rasa
dengan cara membuat sesuatu yang indah dalam bentuk benda. Dalam politik pun
ada seni. Contohnya saja saat kampanye Bush tahun 2004 di Madison Square yang menggunakan strategi visual yakni salah
satu seni politik yang telah ditemukan ribuan tahun yang lalu oleh raja-raja
dan kaisar. Kekuatan seni berpolitik
dilakukan untuk memanipulsi pengikutnya.
Seorang arkeolog berkebangsaan
inggris mengakui menemukan tempat dan waktu bagaimana seni kemudian digunakan
untuk alat politisi yaitu di Stonehenge yang merupakan monumen terbesar di
Eropa. Disekitar Stonehenge para arkeolog menemukan sebuah makam dan lusinan
benda yang diperkirakan berusia 4500 tahun yang lalu tepatnya pada awal zaman
perunggu. Diantara benda-benda di makam tersebut ada 2 potongan emas
identik yang diukir indah. Tengkorak
yang ada dimakam tersebut diteliti dan para arkeolog yakin bahwa orang ini
berasal dari Eropa tengah yang sangat jauh. Yang jadi pertanyaan adalah
bagaimana orang asing dari ratusan mil dikubur dengan semua hiasan dari
pemimpin besar ? Dahulu, emas itu adalah benda berharga dan sangat langka. Emas
meningkatkan kekasaan mereka dan itulah yang digunakan oleh raja-raja inggris
purba. Seni telah menjadi alat politis.
Raja- raja Mesir dan mesopotamia
juga melakukan hal yang sama.mereka bersaing untuk memakai hiasan yang lebih
berkilau dan struktur bangunan yang lebih megah. Tapi ketika tahun 500 SM ,
semakin berkembangnya kerajaan mereka maka semakin banyak pengikutnya, tapi
sang pengikut tidak bisa melihat mereka. Itulah yang sangat dirasakan oleh
Darius Agung raja Persia yang beribu kotakan Persepolis. Dia memikirkan cara
untuk memperlihatkan kekuasaanya kepada pengikutnya. Darius memimpin jutaan
rakyat dan kerajaan yang mencapai ratusan mil sepanjang lebih dari 20 negara.
Darius mencatat nama negara tersebut kedalam sebuah blok yang terbuat dari
emas. Darius menerapkan seni politik yaitu kedamaian dan kerjasama. Tapi ada
masalah besar, rakyatnya hanya sedikit yang bisa membaca dan keragaman bahasa
yang juga sangat berpengaruh. Disebuah tebing tinggi ada sebuah pahatan patung
Darius dan ekripsi tentang visi misinya yang dapat dilihat semua orang. Di pahatan itu Darius terlihat sedang
memegang panah yang pada masa itu diartikan dengan kebijaksanaan dan
kepemimpinan. Begitulah Darius memperkenalkan dirinya secara politik dengan
seni.
Tapi kejayaan Persepolis tidak
bertahan lama. Alexander Agung yang berasal dari Macedonia tertarik kepada
Persepolis, dia merebuat dan mengalahkan prajurit Persia. Tapi cara Alexander
untuk merebut perhatian rakyat Persia lah yang unik. Seni politisi Alexander
ditemukan di sebuah rumah daerah Pompei, Roma. Disana terpajang sebuah lukisan
tiruan Alexander yang berperang dengan Raja Persia. Alexander terlihat sangat
berani dan gagah membawa tombak menyerbu para prajurit Persia sedangka Raja
Persia terlihat takut dan panik. Inilah
ciri-ciri pemimpin yang dapat menyatukan semua negara, maju menyerang dan memimpin perang dari depan.
Potret politis pertama kali yaitu
patung realistis Alexander Agung yang ditemukan di makam ayahnya yang terkubur
dibawar reruntuhan istana Macedonia. Pengaruh potret wajah ini yang sampai
sekarang masih digunakan para Politisi dunia yakni memakai foto sebagai alat
politik. Alexander ridak hanya berapresisi dengan patung tiruan dirinya, dia
membuat sebuah koin yang memiliki kepala menyerupai wajahnya. Hal itu ditiru
oleh para pemimpin dunia sebagai pengikat siapa yang berkuasa. Mereka memakai
citra seni sebagai pengingat dan penyampai pesa-pesannya.
Seni juga dipakai untuk membongi
masyarakat. Yang pertama kali terjadi di Roma saat berada di titik kehancuran
akibat perang merebut kekuasaan. Roma terpecah menjadi 2 bagian Republikan dan
Monarki, bukan hanya masyarakat nya pemerintahan dan budaya juga ikut
terpengaruh. Adalah Augustus seorang kandidat pemimpin yang menyatukan Roma
melalui seni. Augustus berasal dari Monarki yang membuat Republikan meragukan
keterampilannya. Tapi Augustus memikat para Republikan bahwa dia tidak akan
mengancam kekuasaan Republikan. Sebuah patung Augustus dengan rambut gimbal
yang merupakan tanda orang Monarki dipangkas dengan raut wajah yang serius,
sederhana dan merakyat yang membuat para Republikan menyukainnya. Tapi tidak
cukup dengan tiruan dirinnya, sebuah patung besar Augustus yang terdapat di
Vatican menjadi penghilang keraguan Republikan. Sebuah patung dengan tinggi 3
meter dengan tangan yang menengadah kedepan yang melambangkan memerintah,
memakai baju militer yang dihiasi oleh para dewa yang berarti Dewa pun telah
mengagungkan Augustus sebagai pendamai Roma dan bertelanjang kaki yang
menandakan kerendahan hati. Darisitulah Republikan akhirnya yakin Augustus
adalah orang yang tepat memimpin Roma. Semua itu dibangun diatas kebohongan,
tanpa banyak diketahui Augustus melenyapkan oposisi, tidak bermoral dan dia
pendiri sistem diktator yang berlanjut selama 400 tahun. Augustus memakai citra
untuk mempengaruhi rakyatnya untuk percaya padanya.padahal kenyataanya
bertentangan. Dan membujuk mereka meyakini ada orang yang lebih rendah dari
manusia.
Sudah ratusan tahun para pemimpin
dunia menggunakan seni untuk mempengaruhi. Mereka sadar pikiran manusia sangat
peka terhadap seni untuk penyampai pesan keadilan dan kekuasaan dan dengan
Augustus mereka belajar untuk membohongi rakyatnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar