Kamis, 02 Januari 2014

Seni Mempengaruhi
Part 3
 Seni tidak hanya untuk mengapresiasikan rasa dengan cara membuat sesuatu yang indah dalam bentuk benda. Dalam politik pun ada seni. Contohnya saja saat kampanye Bush tahun 2004 di Madison Square  yang menggunakan strategi visual yakni salah satu seni politik yang telah ditemukan ribuan tahun yang lalu oleh raja-raja dan kaisar.  Kekuatan seni berpolitik dilakukan untuk memanipulsi pengikutnya.
Seorang arkeolog berkebangsaan inggris mengakui menemukan tempat dan waktu bagaimana seni kemudian digunakan untuk alat politisi yaitu di Stonehenge yang merupakan monumen terbesar di Eropa. Disekitar Stonehenge para arkeolog menemukan sebuah makam dan lusinan benda yang diperkirakan berusia 4500 tahun yang lalu tepatnya pada awal zaman perunggu. Diantara benda-benda di makam tersebut ada 2 potongan emas identik  yang diukir indah. Tengkorak yang ada dimakam tersebut diteliti dan para arkeolog yakin bahwa orang ini berasal dari Eropa tengah yang sangat jauh. Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana orang asing dari ratusan mil dikubur dengan semua hiasan dari pemimpin besar ? Dahulu, emas itu adalah benda berharga dan sangat langka. Emas meningkatkan kekasaan mereka dan itulah yang digunakan oleh raja-raja inggris purba. Seni telah menjadi alat politis.
Raja- raja Mesir dan mesopotamia juga melakukan hal yang sama.mereka bersaing untuk memakai hiasan yang lebih berkilau dan struktur bangunan yang lebih megah. Tapi ketika tahun 500 SM , semakin berkembangnya kerajaan mereka maka semakin banyak pengikutnya, tapi sang pengikut tidak bisa melihat mereka. Itulah yang sangat dirasakan oleh Darius Agung raja Persia yang beribu kotakan Persepolis. Dia memikirkan cara untuk memperlihatkan kekuasaanya kepada pengikutnya. Darius memimpin jutaan rakyat dan kerajaan yang mencapai ratusan mil sepanjang lebih dari 20 negara. Darius mencatat nama negara tersebut kedalam sebuah blok yang terbuat dari emas. Darius menerapkan seni politik yaitu kedamaian dan kerjasama. Tapi ada masalah besar, rakyatnya hanya sedikit yang bisa membaca dan keragaman bahasa yang juga sangat berpengaruh. Disebuah tebing tinggi ada sebuah pahatan patung Darius dan ekripsi tentang visi misinya yang dapat dilihat semua orang.  Di pahatan itu Darius terlihat sedang memegang panah yang pada masa itu diartikan dengan kebijaksanaan dan kepemimpinan. Begitulah Darius memperkenalkan dirinya secara politik dengan seni.
Tapi kejayaan Persepolis tidak bertahan lama. Alexander Agung yang berasal dari Macedonia tertarik kepada Persepolis, dia merebuat dan mengalahkan prajurit Persia. Tapi cara Alexander untuk merebut perhatian rakyat Persia lah yang unik. Seni politisi Alexander ditemukan di sebuah rumah daerah Pompei, Roma. Disana terpajang sebuah lukisan tiruan Alexander yang berperang dengan Raja Persia. Alexander terlihat sangat berani dan gagah membawa tombak menyerbu para prajurit Persia sedangka Raja Persia terlihat takut dan  panik. Inilah ciri-ciri pemimpin yang dapat menyatukan semua negara, maju menyerang dan  memimpin perang dari depan.
Potret politis pertama kali yaitu patung realistis Alexander Agung yang ditemukan di makam ayahnya yang terkubur dibawar reruntuhan istana Macedonia. Pengaruh potret wajah ini yang sampai sekarang masih digunakan para Politisi dunia yakni memakai foto sebagai alat politik. Alexander ridak hanya berapresisi dengan patung tiruan dirinya, dia membuat sebuah koin yang memiliki kepala menyerupai wajahnya. Hal itu ditiru oleh para pemimpin dunia sebagai pengikat siapa yang berkuasa. Mereka memakai citra seni sebagai pengingat dan penyampai pesa-pesannya.
Seni juga dipakai untuk membongi masyarakat. Yang pertama kali terjadi di Roma saat berada di titik kehancuran akibat perang merebut kekuasaan. Roma terpecah menjadi 2 bagian Republikan dan Monarki, bukan hanya masyarakat nya pemerintahan dan budaya juga ikut terpengaruh. Adalah Augustus seorang kandidat pemimpin yang menyatukan Roma melalui seni. Augustus berasal dari Monarki yang membuat Republikan meragukan keterampilannya. Tapi Augustus memikat para Republikan bahwa dia tidak akan mengancam kekuasaan Republikan. Sebuah patung Augustus dengan rambut gimbal yang merupakan tanda orang Monarki dipangkas dengan raut wajah yang serius, sederhana dan merakyat yang membuat para Republikan menyukainnya. Tapi tidak cukup dengan tiruan dirinnya, sebuah patung besar Augustus yang terdapat di Vatican menjadi penghilang keraguan Republikan. Sebuah patung dengan tinggi 3 meter dengan tangan yang menengadah kedepan yang melambangkan memerintah, memakai baju militer yang dihiasi oleh para dewa yang berarti Dewa pun telah mengagungkan Augustus sebagai pendamai Roma dan bertelanjang kaki yang menandakan kerendahan hati. Darisitulah Republikan akhirnya yakin Augustus adalah orang yang tepat memimpin Roma. Semua itu dibangun diatas kebohongan, tanpa banyak diketahui Augustus melenyapkan oposisi, tidak bermoral dan dia pendiri sistem diktator yang berlanjut selama 400 tahun. Augustus memakai citra untuk mempengaruhi rakyatnya untuk percaya padanya.padahal kenyataanya bertentangan. Dan membujuk mereka meyakini ada orang yang lebih rendah dari manusia.

Sudah ratusan tahun para pemimpin dunia menggunakan seni untuk mempengaruhi. Mereka sadar pikiran manusia sangat peka terhadap seni untuk penyampai pesan keadilan dan kekuasaan dan dengan Augustus mereka belajar untuk membohongi rakyatnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar