Kamis, 02 Januari 2014

Citra Kematian
Part 5

 Gambar mempengaruhi kita dengan ribuan cara. Salah satunya citra tentang kematian yang dapat menghipnotis penontonnya. Walau citra kematian menakutkan bagi kita tapi ada efek nyaman dalam citra tersebut. Pada kali ini kita akan membahasa tentang kematian, kenapa ada makam atau kenapa kita memajang foto-foto orang yang sudah meninggal dan adakah pengaruh kematian terhadap perilaku kita.
Di sebuah kota bernama Jericho 9 ribu tahun yang lalu, tepatnya di lembah Jordan di Timur Tengah, terkenal dengan kisahnya di Alkitab tentang Joshua dan terompetnya yang bisa meruntuhkan tembok menarik Arkeolog dari Cambridge untuk meneliti apa yang ada di balik tembok itu. Mereka menemukan banyak sekali alat-alat dan pot yang terbuat dari tanah. Pada hari terakhir penelitian ada sesuatu yang membuat mereka tertarik untuk menggali lagi di area itu. Mereka menemukan sebuah tengkorak manusia yang aneh, hidungnya sudah diplester, dan di bagian lubang mata terdapat sebuah kerang yang berasal di Laut Merah, dibawah tengkorak sengaja dipahat agar rata dan halus . Ini bukan tengkorak biasa, para seniman purba menghiasnya untuk suatu tujuan. Mereka kembali memperbaiki struktur tengkorak dengan memplesternya dan memberi kerang pada kedua sisi mata tengkorak tersebut. Para tim Arkeolog menemukan 9 tengkorak yang sudah dihias terkubur dibawah tanah. Setelah diteliti lagi, lapisan tanah tempat tengkorak ditemukan adalah lantai sebuah rumah. Jadi tengkorak tersebut dihias lagi sedemikian rupa untuk menjadi hiasan dan bisa dilihat oleh orang yang masih hidup.
Seorang Psikolog dari arizona mengaku mendapat jawaban, kenapa manusia ingin dikelilingi oleh citra-citra orang yang telah mati. Dia mengatakan bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang sadar bahwa kematian tidak bisa dielakkan. Semua orang pasti akan mati dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Para psikolog ini yakin kita bisa mengurangi rasa takut terhadap kematian itu dengan seni. Jadi dengan menciptakan citra orang yang telah mati, kita menenangkan diri bahwa kematian sama sekali tidak apa-apa. Karena dengan contoh seperti yang dilakukan Jericho membuat patung artistik dengan menghias tengkorak untuk menenangkan diri. Mereka mencoba yang mati tetap hidup, dan menjaganya agar tetap ada.
Citra kematian seperti memanfaatkan ketenangan kita karena telah dikelilingi oleh citra orang yang telah mati. Seperti sebuah lukisan 1980-an yang menggambarkan seorang militer prancis ditembak, seseorang diikat dengan tali dan penembakan masal sipil Spanyol. Citra kematian seakan membuat kita menjadi lebih takut dengan memakai lambang kematian seenaknya. Antara tahun 100 dan 700 di Peru Amerika sebuah peradaban kuat hidup yang disebut Mochay. Adalah Steve Bourhet seorang arkeolog yang meneliti tempat itu di kaki sebuah kuil Waka del a Luna yang dibangun 2 ribu tahun yang lalu. Ditemboknya terdapat citra kematian yang paling seram seperti laba-laba yang membawa sebuah pisau, gambar kadal yang membawa kepala manusia, dan pot-pot Mochay yang memperlihatkan seseorang dalam siksaan yang kejam. Didekat kuil dia menemukan sebuah formasi batu yang besar yang sangat mirip dengan gunung dibelakangnya. mereka menggali di dekat batuan menemukan 70 tulang belulang manusia. Mayat tersebut tidak mati secara alami bahkan mereka tidak utuh, seperti ada lubang besar di tengkoraknya, ada bekas luka dalam di sepanjang kepala. Para arkeolog berkesimpulan bahwa batu itu adalah altar suci tempat upacara pengorbanan. Bentuk tengkorak tersebut sama dengan citra yang dibuat Mochay. Bahwa yang ada di tembok kuil itu benar-benar terjadi. Mochay membuat pot dan lukisan di tembok sebagai dokumenter upacara pengorbanan dalam bentuk lukisan dan pencitraan.
Para arkeolog berpendapat, pada masa itu pengorbanan merupakan prinsip hidup karena hal yang terjadi di Mochay juga terjadi seperti Inka, Olmeks, dan Mayar. Aztex pada 500 tahun yang lalu di sebuah piramida suci yang disebut Tenochtitlan para pejagal melakukan pengorbanan yang berbaris 4 baris tawanan masing-masing sepanjang 2 mil. Mereka dipaksa mendaki kematian mereka yang berjumlah 114 anak tangga. Dipuncaknya mereka masuk kedalam 2 ruangan pembunuhan. Selagi masih hidup, jantung korbannya diambil dari dada, kepala mereka dipenggal dan dan di taruh di rak. 40 ribu orang mati dalam 4hari. Kemudian mereka membuat citra dari upacara itu seperti patung Kwakli Kway yang berkalung tangan jantung dan tengkorak manusia. Batu matahari sebuah batu berukuran 3.5 meter yang disembah sebagai perwujudan dewa matahari yang memberi kehidupan. Batu ini merupakan satu altar pengorbanan yang besar.
Profesor solomon dan Grenbergh kembali melakukan penelitian tentang apakah memikirkan kematian akan memanipulsi pikiran manusia. Mereka membagi mahasiwa manjadi 2 kelompok. Kelompok pendukung kuat democrat dan kelompok pendukung Republikan. Para siswa disuruh membawa saus pedas yang kotor untuk dimakan seseorang yang satu partai dengannya lalu untuk pendukung partai lawan mereka. Rata-rata mereka memberi takaran yang sama terhadap teman politik ataupun lawannya. Selanjutnya Psikolog memberikan daftar pertanyaan tentang kematian mereka pada kelompok lain, ketika mereka memberi saus pada teman satu partai politik mereka rata-rata sama. Tapi pada pendukung lawan politiknya mereka memberi 2 kali lipat lebih banyak dari sebelumnya. Ini menunjukkan mereka akan mendukung pendukung mereka dan akan menentang yang berusaha menghalangi mereka. Itulah sikap universal alamiah manusia. Sama halnya dengan apa yang dilakukan suku Aztex.
Citra kematian dibuat untuk mengikat orang pada satu tujuan. Di italia 2500 tahun yang lalu ada sebuah peradaban besar Etruria. Sistem pengairan, irigasi dan lainnya yang ada di Roma dilakukan oleh para Etruria. Mereka mempunyai suatu kebiasaan yang berhubungan dengan kematian. Mereka memiliki 2 gambaran tentang kematian, ketenangan dan ketakutan. Mereka mengubur orang mati dengan membentuk rumah agar mereka abadi. Disana ada lukisan tentang kehidupan setelah mati. Ada banyak lukisan tentang kesenangan dan kegembiraan. Tapi di waktu yang lain seorang Arkeolog menemukan sebuah lukisan yang masih terkubur disaat akan membangun saluran air disuatu daerah. Di lukisan mengerikan, disana ada lukisan tentang seekor makhluk biru yang seram dengan kulit berwarna biru melambangkan daging manusia yang membusuk, hantu biru itu membawa seekor ular berbisa dan ada iblis bersayap yang siap mencabut nyawa.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar