Kamis, 02 Januari 2014

Citra Kematian
Part 5

 Gambar mempengaruhi kita dengan ribuan cara. Salah satunya citra tentang kematian yang dapat menghipnotis penontonnya. Walau citra kematian menakutkan bagi kita tapi ada efek nyaman dalam citra tersebut. Pada kali ini kita akan membahasa tentang kematian, kenapa ada makam atau kenapa kita memajang foto-foto orang yang sudah meninggal dan adakah pengaruh kematian terhadap perilaku kita.
Di sebuah kota bernama Jericho 9 ribu tahun yang lalu, tepatnya di lembah Jordan di Timur Tengah, terkenal dengan kisahnya di Alkitab tentang Joshua dan terompetnya yang bisa meruntuhkan tembok menarik Arkeolog dari Cambridge untuk meneliti apa yang ada di balik tembok itu. Mereka menemukan banyak sekali alat-alat dan pot yang terbuat dari tanah. Pada hari terakhir penelitian ada sesuatu yang membuat mereka tertarik untuk menggali lagi di area itu. Mereka menemukan sebuah tengkorak manusia yang aneh, hidungnya sudah diplester, dan di bagian lubang mata terdapat sebuah kerang yang berasal di Laut Merah, dibawah tengkorak sengaja dipahat agar rata dan halus . Ini bukan tengkorak biasa, para seniman purba menghiasnya untuk suatu tujuan. Mereka kembali memperbaiki struktur tengkorak dengan memplesternya dan memberi kerang pada kedua sisi mata tengkorak tersebut. Para tim Arkeolog menemukan 9 tengkorak yang sudah dihias terkubur dibawah tanah. Setelah diteliti lagi, lapisan tanah tempat tengkorak ditemukan adalah lantai sebuah rumah. Jadi tengkorak tersebut dihias lagi sedemikian rupa untuk menjadi hiasan dan bisa dilihat oleh orang yang masih hidup.
Seorang Psikolog dari arizona mengaku mendapat jawaban, kenapa manusia ingin dikelilingi oleh citra-citra orang yang telah mati. Dia mengatakan bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk yang sadar bahwa kematian tidak bisa dielakkan. Semua orang pasti akan mati dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Para psikolog ini yakin kita bisa mengurangi rasa takut terhadap kematian itu dengan seni. Jadi dengan menciptakan citra orang yang telah mati, kita menenangkan diri bahwa kematian sama sekali tidak apa-apa. Karena dengan contoh seperti yang dilakukan Jericho membuat patung artistik dengan menghias tengkorak untuk menenangkan diri. Mereka mencoba yang mati tetap hidup, dan menjaganya agar tetap ada.
Citra kematian seperti memanfaatkan ketenangan kita karena telah dikelilingi oleh citra orang yang telah mati. Seperti sebuah lukisan 1980-an yang menggambarkan seorang militer prancis ditembak, seseorang diikat dengan tali dan penembakan masal sipil Spanyol. Citra kematian seakan membuat kita menjadi lebih takut dengan memakai lambang kematian seenaknya. Antara tahun 100 dan 700 di Peru Amerika sebuah peradaban kuat hidup yang disebut Mochay. Adalah Steve Bourhet seorang arkeolog yang meneliti tempat itu di kaki sebuah kuil Waka del a Luna yang dibangun 2 ribu tahun yang lalu. Ditemboknya terdapat citra kematian yang paling seram seperti laba-laba yang membawa sebuah pisau, gambar kadal yang membawa kepala manusia, dan pot-pot Mochay yang memperlihatkan seseorang dalam siksaan yang kejam. Didekat kuil dia menemukan sebuah formasi batu yang besar yang sangat mirip dengan gunung dibelakangnya. mereka menggali di dekat batuan menemukan 70 tulang belulang manusia. Mayat tersebut tidak mati secara alami bahkan mereka tidak utuh, seperti ada lubang besar di tengkoraknya, ada bekas luka dalam di sepanjang kepala. Para arkeolog berkesimpulan bahwa batu itu adalah altar suci tempat upacara pengorbanan. Bentuk tengkorak tersebut sama dengan citra yang dibuat Mochay. Bahwa yang ada di tembok kuil itu benar-benar terjadi. Mochay membuat pot dan lukisan di tembok sebagai dokumenter upacara pengorbanan dalam bentuk lukisan dan pencitraan.
Para arkeolog berpendapat, pada masa itu pengorbanan merupakan prinsip hidup karena hal yang terjadi di Mochay juga terjadi seperti Inka, Olmeks, dan Mayar. Aztex pada 500 tahun yang lalu di sebuah piramida suci yang disebut Tenochtitlan para pejagal melakukan pengorbanan yang berbaris 4 baris tawanan masing-masing sepanjang 2 mil. Mereka dipaksa mendaki kematian mereka yang berjumlah 114 anak tangga. Dipuncaknya mereka masuk kedalam 2 ruangan pembunuhan. Selagi masih hidup, jantung korbannya diambil dari dada, kepala mereka dipenggal dan dan di taruh di rak. 40 ribu orang mati dalam 4hari. Kemudian mereka membuat citra dari upacara itu seperti patung Kwakli Kway yang berkalung tangan jantung dan tengkorak manusia. Batu matahari sebuah batu berukuran 3.5 meter yang disembah sebagai perwujudan dewa matahari yang memberi kehidupan. Batu ini merupakan satu altar pengorbanan yang besar.
Profesor solomon dan Grenbergh kembali melakukan penelitian tentang apakah memikirkan kematian akan memanipulsi pikiran manusia. Mereka membagi mahasiwa manjadi 2 kelompok. Kelompok pendukung kuat democrat dan kelompok pendukung Republikan. Para siswa disuruh membawa saus pedas yang kotor untuk dimakan seseorang yang satu partai dengannya lalu untuk pendukung partai lawan mereka. Rata-rata mereka memberi takaran yang sama terhadap teman politik ataupun lawannya. Selanjutnya Psikolog memberikan daftar pertanyaan tentang kematian mereka pada kelompok lain, ketika mereka memberi saus pada teman satu partai politik mereka rata-rata sama. Tapi pada pendukung lawan politiknya mereka memberi 2 kali lipat lebih banyak dari sebelumnya. Ini menunjukkan mereka akan mendukung pendukung mereka dan akan menentang yang berusaha menghalangi mereka. Itulah sikap universal alamiah manusia. Sama halnya dengan apa yang dilakukan suku Aztex.
Citra kematian dibuat untuk mengikat orang pada satu tujuan. Di italia 2500 tahun yang lalu ada sebuah peradaban besar Etruria. Sistem pengairan, irigasi dan lainnya yang ada di Roma dilakukan oleh para Etruria. Mereka mempunyai suatu kebiasaan yang berhubungan dengan kematian. Mereka memiliki 2 gambaran tentang kematian, ketenangan dan ketakutan. Mereka mengubur orang mati dengan membentuk rumah agar mereka abadi. Disana ada lukisan tentang kehidupan setelah mati. Ada banyak lukisan tentang kesenangan dan kegembiraan. Tapi di waktu yang lain seorang Arkeolog menemukan sebuah lukisan yang masih terkubur disaat akan membangun saluran air disuatu daerah. Di lukisan mengerikan, disana ada lukisan tentang seekor makhluk biru yang seram dengan kulit berwarna biru melambangkan daging manusia yang membusuk, hantu biru itu membawa seekor ular berbisa dan ada iblis bersayap yang siap mencabut nyawa.


Seni dan Kepercayaan
Part 4
Film adalah salah satu wujud seni yang sangat mengakar dikehidupan kita. Berbagai genre film yang dibuat dengan keindahan tersendiri telah menjadi hiburan yang tak bisa dihilangkan dikehidupan sehari-hari. Tapi bagaimanakah sejarah terbentuknya cerita visual atau sekarang dikenal dengan film ? kita akah bahas pada halaman ini.
Seorang arkeolog yang bernama Austin Henry Layard menemukan kumpulan 25 ribu tablet dari tanah liat di Mesopotamia yang terletak di gurun Timur tengah pada abad ke -19. Yang dipenuhi oleh huruf Baji, huruf tulisan pertama. Tulisan yang berisi cerita pertama di dunia ini mengisahkan tentang sebuah kota bernama Uruk yang merupakan kota terbesar didunia yang dibangun oleh raja Gilgamesh  pada 6000 tahun yang lalu. Disini diceritakan tentang Gilgamesh yang mencari keabadian dengan membunuh Monster dan menantang para dewa. Kepahlawanan Gilgamesh diceritakan bahwa dia menyerang dan membunuh singa dengan tangan kosong.
Para raja dan kaisar memanfaatkan cerita kepahlawanan Gilgamesh untuk mendapat ketenaran dari rakyatnya, salah satunya adalah raja Asiria, Ashurbanipal. Dia memulainya dengan cerita yang ditulis tersebut dan menggatinya dengan memakai gambar dengan dirinya sebagai pemeran utama. Tidak akan ada yang tau kebenarannya karena cerita tentang Gilgamesh itu ditulis dalam huruf Baji yang jarang sekali ada yang bisa membacanya. Gambar itu dibagi menjadi 4 bagian yaitu seorang pembantu yang membuka kandang singa, singa yang melompat keluar, singa yang terkena panah prajurit dan Ashurbaniqal yang menikam singa tersebut dengan pedang. Cerita Ashurbaniqal dapat dipahami tak hanya bagi yang bisa membaca tapi semua orang yang bisa melihatnya karena diukir didinding istananya.
Ashurbaniqal kembali meningkatkan ketenarannya dengan sebuah crita yang panjang dalam bentuk gambar diistananya yang bercerita tentang peperangan melawan orang Elam. Cerita dimulai dari kumpulan orang Elam yang memakai ikat kepala didesak oleh pasukan Ashurbaniqal dan dibunuh di sungai. Tapi sayangnya gambarnya tidak teratur sehingga sulit untuk menentukan urutan cerita dan terlalu kaku untuk mengapresiasikan emosi sedih,dan marah sehingga membuat yang melihatnya tak merasa terlibat dengan cerita itu.
Dongeng Homer tentang Odysseus dari Yunani adalah cerita yang divisualkan dengan sangat indah. Di garis pantai Sperlonga, Italia selatan terdapat banyak gua yang dulunya dijadikan tempat makan para pengunjung kerajaan yang dikelilingi oleh patung marmer yang menceritakan adegan penting dari kisah Odysseus. Sebuah patung indah memperlihatkan adegan saat  Odysseus akan menancapkan sebuah kayu ke mata seorang raksasa yang penuh dengan emosi dan amarah. Dengan melukiskan emosi secara jelas seniman yunani mendapat cara untuk menghidupkan cerita mereka.
Memvisualkan cerita dengan emosi dilanjutakn di Roma 100 tahun setelah Kristus lahir. Yaitu cerita yang sangat berambisius sepanjang sejarah yang berada di sebuah dinding tiang Trajam. Dari dekorasi sepanjang 20 meter ini menceritakan rincian kisah serangan Trajan terhadap orang Dacia. Ini disebut film kepahlawanan tak bergerak di batu. Tentu Trajan menjadi tokoh utama cerita ini, dia tampil 59 kali. Dan ditambah dengan Raja Dacia dan 2500 orang pasukan yang emosi perseorangan dibuat berbeda. Ada satu hal lagi yang terpenting dalam cerita ini. Seniman membuat sebuah pohon untuk membagi tiap adegannya sepert yang dialkukan oleh sutradara dengan memotong adegan. Disebuah lukisan lain, sekumpulan mayat pasukan dikubur dibawah perisainnya yang dilihat dari atas dan menjadi salah satu cara cara pengambilan gambar ‘bird eye view’. Seniman tersebut merasa semakin banyak sudut pandang yang diambil semakin dramatisir cerita tersebut.  
Pada abad ke-20 seorang inggris yang merupakan seorang biologi malalui pelatihan Baldwin Spencer tiba di Arnhem Land dan menetap bersama suku Aborigin, Australia. Dia kagum melihat suku aborigin yang suka melukis di kulit kayu ataupun di gua-gua. Orang aborigin selalu melukis hal yang sama yaitu ikan Baramundi, citra dewa bumi Yingana atau manusia kilat. Lukisan itu sama dengan yang pernah dia temukan di batu bukit yang dilukis ribuan tahun lalu. Suku aborigin mengatakan gambar-gambar tersebut adalah sebuah cerita tentang hidup.
Seorang presenter TV David Attenborugh mengunjungi gua yang ada di Arnhem Land. Dia sangat takjub dengan apa yang dia lihat. Dia bertemu dengan seorang pelukis lokal bernama Mugane yang sedang melukis persegi panjang yang dia anggap itu terompet yang berukuran 4-5 kaki. Saat itu disana sedang ada upacara besar yangmana terompet itu menjadi bagian penting dalam upacara. Lukisan aborigin memiliki kekuataan karena digabung dengan musik sehingga menstimulasi 2 indra, mata dan telinga. Suku aborigin masih mempertahankan upacar bercerita sampai sekarang, semua orang berkumpul dan seseorang bernyanyi dengan ketukan. Lalu mereka mulai melukis diri dengan desain totem di dada mereka. Para anggota suku berkumpul saat malam dan duduk dibawah lukisan purba sambil bercerita. Lukisan tersebut dikelilingi oleh tarian, nyanyian, ketukan dan suara tetua yang bercerita. Inilah kekuataan cerita suku aborigin sehingga bertahan ribuan  tahun.
Dan akhirnya tahun 1894 cerita bergerak ditemukan. Sebuah film dari Australia yang bercerita tentang penjahat Ned Kelly tapi tanpa suara. Sampai akhihrnya para sutradara tau cara memasukkan efek suara seperti film-film sekarang ini.



Seni Mempengaruhi
Part 3
 Seni tidak hanya untuk mengapresiasikan rasa dengan cara membuat sesuatu yang indah dalam bentuk benda. Dalam politik pun ada seni. Contohnya saja saat kampanye Bush tahun 2004 di Madison Square  yang menggunakan strategi visual yakni salah satu seni politik yang telah ditemukan ribuan tahun yang lalu oleh raja-raja dan kaisar.  Kekuatan seni berpolitik dilakukan untuk memanipulsi pengikutnya.
Seorang arkeolog berkebangsaan inggris mengakui menemukan tempat dan waktu bagaimana seni kemudian digunakan untuk alat politisi yaitu di Stonehenge yang merupakan monumen terbesar di Eropa. Disekitar Stonehenge para arkeolog menemukan sebuah makam dan lusinan benda yang diperkirakan berusia 4500 tahun yang lalu tepatnya pada awal zaman perunggu. Diantara benda-benda di makam tersebut ada 2 potongan emas identik  yang diukir indah. Tengkorak yang ada dimakam tersebut diteliti dan para arkeolog yakin bahwa orang ini berasal dari Eropa tengah yang sangat jauh. Yang jadi pertanyaan adalah bagaimana orang asing dari ratusan mil dikubur dengan semua hiasan dari pemimpin besar ? Dahulu, emas itu adalah benda berharga dan sangat langka. Emas meningkatkan kekasaan mereka dan itulah yang digunakan oleh raja-raja inggris purba. Seni telah menjadi alat politis.
Raja- raja Mesir dan mesopotamia juga melakukan hal yang sama.mereka bersaing untuk memakai hiasan yang lebih berkilau dan struktur bangunan yang lebih megah. Tapi ketika tahun 500 SM , semakin berkembangnya kerajaan mereka maka semakin banyak pengikutnya, tapi sang pengikut tidak bisa melihat mereka. Itulah yang sangat dirasakan oleh Darius Agung raja Persia yang beribu kotakan Persepolis. Dia memikirkan cara untuk memperlihatkan kekuasaanya kepada pengikutnya. Darius memimpin jutaan rakyat dan kerajaan yang mencapai ratusan mil sepanjang lebih dari 20 negara. Darius mencatat nama negara tersebut kedalam sebuah blok yang terbuat dari emas. Darius menerapkan seni politik yaitu kedamaian dan kerjasama. Tapi ada masalah besar, rakyatnya hanya sedikit yang bisa membaca dan keragaman bahasa yang juga sangat berpengaruh. Disebuah tebing tinggi ada sebuah pahatan patung Darius dan ekripsi tentang visi misinya yang dapat dilihat semua orang.  Di pahatan itu Darius terlihat sedang memegang panah yang pada masa itu diartikan dengan kebijaksanaan dan kepemimpinan. Begitulah Darius memperkenalkan dirinya secara politik dengan seni.
Tapi kejayaan Persepolis tidak bertahan lama. Alexander Agung yang berasal dari Macedonia tertarik kepada Persepolis, dia merebuat dan mengalahkan prajurit Persia. Tapi cara Alexander untuk merebut perhatian rakyat Persia lah yang unik. Seni politisi Alexander ditemukan di sebuah rumah daerah Pompei, Roma. Disana terpajang sebuah lukisan tiruan Alexander yang berperang dengan Raja Persia. Alexander terlihat sangat berani dan gagah membawa tombak menyerbu para prajurit Persia sedangka Raja Persia terlihat takut dan  panik. Inilah ciri-ciri pemimpin yang dapat menyatukan semua negara, maju menyerang dan  memimpin perang dari depan.
Potret politis pertama kali yaitu patung realistis Alexander Agung yang ditemukan di makam ayahnya yang terkubur dibawar reruntuhan istana Macedonia. Pengaruh potret wajah ini yang sampai sekarang masih digunakan para Politisi dunia yakni memakai foto sebagai alat politik. Alexander ridak hanya berapresisi dengan patung tiruan dirinya, dia membuat sebuah koin yang memiliki kepala menyerupai wajahnya. Hal itu ditiru oleh para pemimpin dunia sebagai pengikat siapa yang berkuasa. Mereka memakai citra seni sebagai pengingat dan penyampai pesa-pesannya.
Seni juga dipakai untuk membongi masyarakat. Yang pertama kali terjadi di Roma saat berada di titik kehancuran akibat perang merebut kekuasaan. Roma terpecah menjadi 2 bagian Republikan dan Monarki, bukan hanya masyarakat nya pemerintahan dan budaya juga ikut terpengaruh. Adalah Augustus seorang kandidat pemimpin yang menyatukan Roma melalui seni. Augustus berasal dari Monarki yang membuat Republikan meragukan keterampilannya. Tapi Augustus memikat para Republikan bahwa dia tidak akan mengancam kekuasaan Republikan. Sebuah patung Augustus dengan rambut gimbal yang merupakan tanda orang Monarki dipangkas dengan raut wajah yang serius, sederhana dan merakyat yang membuat para Republikan menyukainnya. Tapi tidak cukup dengan tiruan dirinnya, sebuah patung besar Augustus yang terdapat di Vatican menjadi penghilang keraguan Republikan. Sebuah patung dengan tinggi 3 meter dengan tangan yang menengadah kedepan yang melambangkan memerintah, memakai baju militer yang dihiasi oleh para dewa yang berarti Dewa pun telah mengagungkan Augustus sebagai pendamai Roma dan bertelanjang kaki yang menandakan kerendahan hati. Darisitulah Republikan akhirnya yakin Augustus adalah orang yang tepat memimpin Roma. Semua itu dibangun diatas kebohongan, tanpa banyak diketahui Augustus melenyapkan oposisi, tidak bermoral dan dia pendiri sistem diktator yang berlanjut selama 400 tahun. Augustus memakai citra untuk mempengaruhi rakyatnya untuk percaya padanya.padahal kenyataanya bertentangan. Dan membujuk mereka meyakini ada orang yang lebih rendah dari manusia.

Sudah ratusan tahun para pemimpin dunia menggunakan seni untuk mempengaruhi. Mereka sadar pikiran manusia sangat peka terhadap seni untuk penyampai pesan keadilan dan kekuasaan dan dengan Augustus mereka belajar untuk membohongi rakyatnya.
Menemukan Kekuatan Citra Dan Bagaimana Citra Menciptakan Dunia
Part 2

Spanyol Utara,sebuah tempat bernama Altamira pada abad ke 19 menjadi kunci tentang kapan gambar pertama dibuat. Dan luar biasannya  gambar itu ditemuakan oleh seorang gadis berusia 9 tahun bernama Maria, seorang putri dari arkeolog amatir di Spanyol. Tahun 1979 maria menemuakan sebuah galeri pertama dari lukisan prasejarah, lembu ox yang sudah lama punah. Penemuan yang sama, juga terjadi disebuah gua bernama Lascaux. Pablo Picasso berkata ‘Kita tidak belajar apa-apa’ setelah melihat penemuan itu. Dari gambar di gua tersebut diprediksi sekitar 35 ribu tahun yang lalu, adalah  saat ketika orang mulai pertama kali membuat gambar, dan para arkeolog menyebutnya ‘ ledakan kreatif ‘ .
Sebuah lukisan juga ditemukan di Afrika Selatan yang tersembunyi di tebing tinggi Drakensberg. Gambar ini menceritakan adegang berburu ratusan tahun yang lalu yang dilukis oleh seorang suku San para Bushman. Seorang Professor David Lewis William melihat keanehan pada lukisan tersebut. Itu bukan hanya sekedar lukisan berburu. Setelah membaca sebuah manuskrip Blake yang pernah menulis tentang suku San pada abad ke 19, bahwa lukisan tersebut ada hubungannya dengan agama. Agama mereka terbentuk pada ide berjalan ke dunia roh yang disebut keadaan trans dan tradisi ini masih dipraktekkan sampai sekarang oleh keturunan suku San. Perjalanan ini terjadi jika anggota suku sakit, dan seorang tabib (Shaman) diminta menjadi trans untuk menyembuhakn penyakit anggota suku. Upacara Trans ini dimulai dengan para wanita dari suku San bernyanyi menciptakan mantera yang kuat, lalu tarian dimulai dipimpin oleh Shaman. Sesuatu terjadi pada sang Shaman, dia seakan tidak sadarkan diri dan jatuh pingsan. Shaman akan mati dan pergi kedunia roh. Dan dari sanalah Shaman bisa menyembuhkan orang. Dari peristiwa tersebut dan dihubungkan dengan lukisan yang ditemukan di tebing, dia akhirnya menemukan titik terang bahwa lukisan itu adalah pengalaman rohani dalam Trans.
Misteri pada gambar yang ditemukan di duania belahan Eropa dan Afrika Selatan memiliki corak yang sama. Yaitu ada bintik-bintik di seluruh lukisan. David Lewis kembali meneliti hal tersebut dan menghubungkannya ke dalam ritual Trans, dari suku San. Lewis menemukan bahwa hal pertama yang Shaman lihat adalah garis zig zag dan kabut bintik atau kis-kisi. Mereka melihat ini karena memang sudah terpatri dalam otak manusia. Intinya semua otak manusia sama tanpa pedulu ras dan suku. Dari zaman purba sampai sekarang. Itulah penjelasannya mengenai pola tersebut. Seorang Psikiter di London Dominic Ffytche membuat sebuah kacamata LED beintensitas tinggi untuk mengobati pasien yang mempunyai kelainan terhadap otak yang berhubungan dengan penglihatan. Pasien nya mengatakan melihat pola-pola yang aneh saat mencoba menggunakan kacamata LED itu. Dan itu cukup menjelaskan pola-pola aneh tersebut. Bahwa didalam gua yang sangat gelap, seniman prasejarah mengalami kehilangan indera dan ini memancing halusinasi aneka bentuk dan pola abstrak yang kemudian dilukis.

Perubahan drastis muncul 12 ribu tahun yang lalu, pasa seniman purba berhenti melukis di gua. Tidak ada ahli yang dapat menjawab peryataan tersebut.  Sebuah puncak bukit besar didaerah Turkey Selatan bernama Gilbeklitapey memberi jawaban kenapa seniman purba tidak melukis lagi di gua-gua. Seorang arkeolog dari Perancis mulai menggali tempat tersebut, dan hebatnya dia menemukan puing-ouing batu berbentuk T tang diperkirakan berumur 12 ribu tahun dimana manusia berhenti melukis di Gua. Batu Megalit itu ternyata terukir dengan lusinan hewan besar untuk upacara agama berpusat. Ternyata manusia tidak pernah benar-benar berhenti melukis. Tapi dikarenakan suatu hal, belum ditemukan bukti-bukti lainnya yang jelas.

Kamis, 19 Desember 2013

How Art Made The World
Part 1
                 
Apa itu seni ?
Sebuah karya seni bernilai tinggi pertama kali ditemukan oleh seorang pekerja yang bekerja dengan Arkeolog dari Austria pada 7 Agustus 1908 di dekat sebuah desa kecil bernama Willendorf di timur laut Austria. Pekerja itu menarik sebuah patung wanita dari lumpur dalam keadaan utuh yang berukuran 10 cm dan diperkirakan berusia 25 ribu tahun yang lalu. Mereka memberi nama Venus dari willendorf (venus=wanita telanjang). Patung yang unik dengan ukuran dada dan paha besar, terkesan sengaja dilebih-lebihkan. Patung itu sekarang ada di museum sejarah nasional.
 Seorang ilmuwan otak, Professor Ramachandaran dari University of California yang menghubungan antara Camar dan bentuk pemikiran seniman purba tentang patung venus. Penelitian itu berisi tentang bagaimana si anak burung camar sangat tertarik terhadap tongkat yang bergaris merah. Semakin banyak garis yang ada pada tongkat semakin tertarik anak burung camar. Profesor menghubungan teori ini dengan kenapa seniman purba melebih-lebihkan bentuk dari patung venus.
Bangsa nomad, adalah bangsa yang tinggal di Willendorf. Karena cuaca dan iklim yang berganti membuat bangsa nomad hijrah kesebuah lembah sungai besar yaitu sungai Nil.  5000 tahun yang lalu mesir merupakan peradaban yang berpengaruh di dunia. Orang mesir adalah orang pertama yang membuat citra tubuh kedalam bentuk seni. Sebuah makam Fir’aun Ramses ke-6 ditemukan ribuan citra manusia dalam bentuk lukisan di gua. Beda dengan seniman nomad yang terkesan melebih-lebihkan, seniman mesir lebih menunjukkan tiap bagian sejelas-jelasnya. Citra pertama kali ditemukan di kuil akbar Carnac yang mana menceritakan tentang bagaimana seni bangsa mesir berubah tiap waktunya. Carnac ini dibangun bertahap, dari fir’aun ke fir’aun lainnya. Gaya citra mesir ini bertahan 3000 tahun.  Akhirnya para arkeolog menemukan rahasia kenapa gaya citra mesir tidak pernah berubah. Yang dilihat dari sebuah dinding yang belum selesai. Terdapat kisi kisi merah halus yang meliputi seluruh tubuh setinggi 19 kotak. Citra mereka terdorong oleh obsesi bersama yang konsisten dan teratur. Bahkan Piramia dirancang dengan ketepatan absolut.

16 Agustus 1972 seorang berkebangsaan italia menemukan 2 buah patung dari perunggu ketika dia pergi menombak ikan di laut yang berkedalaman 8 meter. Patung itu dibuat oleh satu kebudayaan berpengaruh dalam sejarah yaitu Yunani purba 2500 tahun yang lalu. Bagi Yunani purba, tubuh sempurna itu adalah tubuh atletis. Mereka berkeyakinan jika mempunyai tubuh atletis maka mereka akan mirip seperti dewa.   Sepanjang mediterania dimanapun orang yunani tinggal mereka membangun kuil. Disinilah mereka akan membuat citra dewa dewa yang realistis sehingga mereka bisa  bermeditasi dan memuja para dewa. Adalah Criteon Boy sebuah patung yang menjadi loncatan besar dalam sejarah seni,  Sebuah tubuh patung yang realistis ini, merupakan puncak dari prestasi artistik bagi orang yunani. Mereka sampai ke tujan seni sebagai peniru kehidupan yang sempurna. Tapi dalam satu generasi, orang yunani berhenti membuat patung realistis karena dianggap membosankan. Mereka ingin melakukan hal menarik dengan citra itu.

Minggu, 10 Maret 2013

playback

tidak melihatmu liburan ini sama saja pergi dengan harapan kosong. aku hanya ingin melihatmu sebentar saja. kamu tau tidak ? malam-malam sebelum keberangkatan ku pulang dalam mimpi ku hanya ada kamu. hal yang sia-sia bukan jika aku berharap bertemu kamu ? memegang wajahmu dan mencium pipimu ?

aku ingat saat kamu terjatuh dari motor dan kaki kirimu di perbal satu jengkal. haha. hari itu aku banar-benar senang. melihat cara mu berbicara dan melihatku. aku rindu itu. tapi andaikan hari inikita bisa bertemu, apakah kamu masih bisa melihatku seperti itu ? memelukku dengan kenyamanan hatimu, menciumku dengan ketulusan. seperti yang dulu.

ingat sayang.. 
ingatlah aku..
walau angin pun tak tau 

bintang senja

setiap hari pun dulu kita bersama. ingatkan ? menangis, tertawa bahkan takut pun kita bersama. saat kau menangis melihatku mimisan. kamu lucu.. haha gemetaran dan tetap menangis.

dulu itu temanku adalah temanmu. tapi ada satu yang menjadi temanmu dan tak akan pernah menjadi temanku. gadis muda. kata itu yang mampu ku ucapkan saat sekujur tubuhku berkeringat dingin, badanku lemas dan air mata ku masih saja mengalirhalus dipipiku saat melihatmu pergi denganya.

kalu dipikir2 itu semua lucu ya. aku, kamu dan kita. pernah berfikir untuk membuat kisah kita dalam sebuah film atau setidaknya sebuah tulisan. akan menarikkah ?

lihat ! di langit sudah membentang sebuah pelangi. apa dia bisa mengabulkan permintaan ? haha konyol. tapi apa salahnya jika mencoba. "let me find another" . itu kata ang kuambil dari sebuah buku. rainbow and ocean. ceritannya asik dan real. apakah cerita kita akan semenarik buku itu ya ? atau, siapa tau lebih menarik  ?

senja tolong sampaikan