Citra
Kematian
Part 5
Gambar mempengaruhi kita dengan ribuan cara. Salah satunya citra
tentang kematian yang dapat menghipnotis penontonnya. Walau citra kematian
menakutkan bagi kita tapi ada efek nyaman dalam citra tersebut. Pada kali ini
kita akan membahasa tentang kematian, kenapa ada makam atau kenapa kita
memajang foto-foto orang yang sudah meninggal dan adakah pengaruh kematian
terhadap perilaku kita.
Di
sebuah kota bernama Jericho 9 ribu tahun yang lalu, tepatnya di lembah Jordan
di Timur Tengah, terkenal dengan kisahnya di Alkitab tentang Joshua dan
terompetnya yang bisa meruntuhkan tembok menarik Arkeolog dari Cambridge untuk
meneliti apa yang ada di balik tembok itu. Mereka menemukan banyak sekali
alat-alat dan pot yang terbuat dari tanah. Pada hari terakhir penelitian ada
sesuatu yang membuat mereka tertarik untuk menggali lagi di area itu. Mereka
menemukan sebuah tengkorak manusia yang aneh, hidungnya sudah diplester, dan di
bagian lubang mata terdapat sebuah kerang yang berasal di Laut Merah, dibawah
tengkorak sengaja dipahat agar rata dan halus . Ini bukan tengkorak biasa, para
seniman purba menghiasnya untuk suatu tujuan. Mereka kembali memperbaiki struktur
tengkorak dengan memplesternya dan memberi kerang pada kedua sisi mata
tengkorak tersebut. Para tim Arkeolog menemukan 9 tengkorak yang sudah dihias terkubur
dibawah tanah. Setelah diteliti lagi, lapisan tanah tempat tengkorak ditemukan
adalah lantai sebuah rumah. Jadi tengkorak tersebut dihias lagi sedemikian rupa
untuk menjadi hiasan dan bisa dilihat oleh orang yang masih hidup.
Seorang
Psikolog dari arizona mengaku mendapat jawaban, kenapa manusia ingin
dikelilingi oleh citra-citra orang yang telah mati. Dia mengatakan bahwa
manusia adalah satu-satunya makhluk yang sadar bahwa kematian tidak bisa
dielakkan. Semua orang pasti akan mati dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Para
psikolog ini yakin kita bisa mengurangi rasa takut terhadap kematian itu dengan
seni. Jadi dengan menciptakan citra orang yang telah mati, kita menenangkan
diri bahwa kematian sama sekali tidak apa-apa. Karena dengan contoh seperti
yang dilakukan Jericho membuat patung artistik dengan menghias tengkorak untuk
menenangkan diri. Mereka mencoba yang mati tetap hidup, dan menjaganya agar
tetap ada.
Citra
kematian seperti memanfaatkan ketenangan kita karena telah dikelilingi oleh
citra orang yang telah mati. Seperti sebuah lukisan 1980-an yang menggambarkan
seorang militer prancis ditembak, seseorang diikat dengan tali dan penembakan
masal sipil Spanyol. Citra kematian seakan membuat kita menjadi lebih takut dengan
memakai lambang kematian seenaknya. Antara tahun 100 dan 700 di Peru Amerika
sebuah peradaban kuat hidup yang disebut Mochay. Adalah Steve Bourhet seorang
arkeolog yang meneliti tempat itu di kaki sebuah kuil Waka del a Luna yang
dibangun 2 ribu tahun yang lalu. Ditemboknya terdapat citra kematian yang
paling seram seperti laba-laba yang membawa sebuah pisau, gambar kadal yang
membawa kepala manusia, dan pot-pot Mochay yang memperlihatkan seseorang dalam
siksaan yang kejam. Didekat kuil dia menemukan sebuah formasi batu yang besar
yang sangat mirip dengan gunung dibelakangnya. mereka menggali di dekat batuan
menemukan 70 tulang belulang manusia. Mayat tersebut tidak mati secara alami
bahkan mereka tidak utuh, seperti ada lubang besar di tengkoraknya, ada bekas
luka dalam di sepanjang kepala. Para arkeolog berkesimpulan bahwa batu itu
adalah altar suci tempat upacara pengorbanan. Bentuk tengkorak tersebut sama dengan
citra yang dibuat Mochay. Bahwa yang ada di tembok kuil itu benar-benar terjadi.
Mochay membuat pot dan lukisan di tembok sebagai dokumenter upacara pengorbanan
dalam bentuk lukisan dan pencitraan.
Para
arkeolog berpendapat, pada masa itu pengorbanan merupakan prinsip hidup karena
hal yang terjadi di Mochay juga terjadi seperti Inka, Olmeks, dan Mayar. Aztex pada
500 tahun yang lalu di sebuah piramida suci yang disebut Tenochtitlan para
pejagal melakukan pengorbanan yang berbaris 4 baris tawanan masing-masing
sepanjang 2 mil. Mereka dipaksa mendaki kematian mereka yang berjumlah 114 anak
tangga. Dipuncaknya mereka masuk kedalam 2 ruangan pembunuhan. Selagi masih
hidup, jantung korbannya diambil dari dada, kepala mereka dipenggal dan dan di taruh
di rak. 40 ribu orang mati dalam 4hari. Kemudian mereka membuat citra dari
upacara itu seperti patung Kwakli Kway yang berkalung tangan jantung dan
tengkorak manusia. Batu matahari sebuah batu berukuran 3.5 meter yang disembah
sebagai perwujudan dewa matahari yang memberi kehidupan. Batu ini merupakan
satu altar pengorbanan yang besar.
Profesor
solomon dan Grenbergh kembali melakukan penelitian tentang apakah memikirkan
kematian akan memanipulsi pikiran manusia. Mereka membagi mahasiwa manjadi 2
kelompok. Kelompok pendukung kuat democrat dan kelompok pendukung Republikan.
Para siswa disuruh membawa saus pedas yang kotor untuk dimakan seseorang yang
satu partai dengannya lalu untuk pendukung partai lawan mereka. Rata-rata
mereka memberi takaran yang sama terhadap teman politik ataupun lawannya.
Selanjutnya Psikolog memberikan daftar pertanyaan tentang kematian mereka pada
kelompok lain, ketika mereka memberi saus pada teman satu partai politik mereka
rata-rata sama. Tapi pada pendukung lawan politiknya mereka memberi 2 kali
lipat lebih banyak dari sebelumnya. Ini menunjukkan mereka akan mendukung
pendukung mereka dan akan menentang yang berusaha menghalangi mereka. Itulah
sikap universal alamiah manusia. Sama halnya dengan apa yang dilakukan suku
Aztex.
Citra
kematian dibuat untuk mengikat orang pada satu tujuan. Di italia 2500 tahun
yang lalu ada sebuah peradaban besar Etruria. Sistem pengairan, irigasi dan
lainnya yang ada di Roma dilakukan oleh para Etruria. Mereka mempunyai suatu
kebiasaan yang berhubungan dengan kematian. Mereka memiliki 2 gambaran tentang
kematian, ketenangan dan ketakutan. Mereka mengubur orang mati dengan membentuk
rumah agar mereka abadi. Disana ada lukisan tentang kehidupan setelah mati. Ada
banyak lukisan tentang kesenangan dan kegembiraan. Tapi di waktu yang lain
seorang Arkeolog menemukan sebuah lukisan yang masih terkubur disaat akan
membangun saluran air disuatu daerah. Di lukisan mengerikan, disana ada lukisan
tentang seekor makhluk biru yang seram dengan kulit berwarna biru melambangkan
daging manusia yang membusuk, hantu biru itu membawa seekor ular berbisa dan
ada iblis bersayap yang siap mencabut nyawa.