27 desember 2012
Biarkan langit
menjagamu, abaikan angin yang mengikutimu,
Seekor ulat menghampiri sisemut kecil yang sedang duduk,
tapi ada hal yang aneh. Ia tidak melihat gula dari kejauhan lagi seperti dulu saat ia memuja gula, atau
langit ataupun angin.. tapi siapa yang ia fikirkan ? daunkah ?
Tut..tut..
Sisemut terdiam melihat pesan yang kembali didapat dari
langit yang ia suka. Putihnya awan, bersihnya langit... indahnya... entah apa
yang dipikirkan sisemut ini, dia mulai tersipu malu. Apa kau sudah lupa dengan
gula ? ataupun daun yang kau puja ?
“Tidak..” jawaban dari mulut sisemut malang..
Bahkan lagi lagi angin yang dulu pernah bersamanya melintas
dalam angannya yang tinggi. Tapi tunggu
dulu.. Berapa kali sisemut ini jatuh cinta ? angin...langit...gula.. apa lagi ?
“Jatuh cinta ? sekali..”
“Cinta itu hanya sekali, ya itu adalah daun...” kata sisemut
kecil ini lirih
Tapi siapa itu langit, angin, gula ?
“hanya orang yang mengambil peran dalam hidupku, bukan tokoh
utama untukku”
Apa yang kau fikirkan sekarang semut ku yang malang ?
“pergi dan memulai hidup yang baru...”
Lalu dia beranjak pergi memasuki semak. Ulat itu
terdiam.. kenapa dia kembali memikirkan
daun ? apa ada sesuatu yang belum selesai ? apa yang terjadi dengan daun ?
Daun ? daun ? dimana
kah kau ?
Masih kah kau
mencintai semut kecil ini ?
Daun ???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar