Minggu, 23 Desember 2012


Jum’at, 21 desember 2012
Gulaku yang manis, tau kah kamu aku suka kamu ?
Di dinginnya malam yang diselimuti tawa kesedihan,disini aku berdiri meratapi semua yang ku jalani. Teingat masa itu, kesedihan ku menjadi keindahan dikala itu. Karena dia yang selalu meminjamkan bahunya untuk ku menangis.dan itu mungkin tak mungkin kudapati lagi.....
Berawal dari sisemut kecil yang mulai menghadapi harinya dengan percaya diri. Sebelum harinya dimulai dengan ketakutan amat sangat tentang pekerjaanya yang tak kunjung selesai. Takut sang pemimpin mengusirnya dan tidah diberi makan.Ia menangis dalam hati. Samapai suatu saat di melihat sesuatu yang paling disukainya didunia ini diambil oleh semut lain yang lebih cantik, dia adalah gula. Gula yang paling manis yang pernah dia coba.
Ya dia hanya semut kecil yang selalu menatapi gula dalam beku,hanya manatapnya dari jauh mendekat pun tak bisa. Bahakan ketika si semut memaksa mendekati gula dan rasa itu membuncah meledak dan semuanya berhenti mendadak. Beberapa detik dan seakan itu hanya sekejap dan aahh payah..si semut yang payah..berharap gula yang paling manis sedunia menyukainya..
Dari ujung pohon si semut kecil meihat gula dengan kagum..melihat indahnya butir butir halus ditambah rasa manis yang teramat sangat. Sisemut kecil tau ada semut lain yang mencoba mengambil gula darinya. Dan bahkan masih banyak lagi. Tapi itu temenya..dan mungkin sahabtnya...
Didalam sepinya hujan dia duduk diatas sebuagh batu ditepi jalan. Melihat kesendiriannya dalam bayangan kelam masa lalu. Dia ingat siapa dulu yang [ernah menjadi impiannya. Ya..dulu ia tempat bersandar si semut kecil, tempat menangis dan mengadu. Tapi dia hanya sebuah daun kecil yang terbang dan tak kembali. Kini bahkan dia menemukan gula, hal yang membuat hidupnya berbeda.
Sisemut kecil itu mungkin merindukan daun kecil yang duu bersamanya. Merindukan saat musim semi  mereka sealu bersama, berdua. sebelum si daun memilih untuk pergi dengan angin. Angin yang membawa esejukan dan ketenangan..bodoh,,tentu saja dia memilih angin yang lebih indah dan berarti dari seekor semut kecil pencari makan.
Tapi gula ini berbeda, dia mungkin tidak melebihi arti daun bagi si semut kecil tapi untuk sekarang dia lebih penting. Tapi apa yang harus dilakukan si semut kecil ? menangis ? sudah....:terdiam ? sering ? mengagumi ?..tiap saat..
Sisemut kecil mulai mencari jalan hidupnya yang berantakan. Dan mulai untuk menjauhi gula dengan berlahan walau itu selangkah demi selangkah. Semut itu sadar dia tidak istimewa, tidak cantik dan tidak menarik, tapi setidaknya dia bisa bahagia..ingin bahagia dengan sesuatu yang bisa mencintainya apa adanya. Apa harus si semut kecil  untuk selalu mengharapkan gula yang terlalu manis dan banyak yang menyukai, atau berhrap daun kembali ?
Si semut kecil hanya bisa berharap..ada sesuatu yang masih peduli denganya,dan memberikan sedikit kasih sayang untuk pengembara ini. Meminjamkan bahu saat dia menangis..
Ah si semut kecil yang malang..menangis lah sayang..menangis seakan kau tidak akan pernah bisa menangis lagi..
Menangislah sayang..si semut kecil yang malang...
Dan kuharap suatu saat sidaun atau si gula mengetahui isi hati si semut yang malang ini..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar