Jum’at, 21 desember 2012
Gulaku yang manis,
tau kah kamu aku suka kamu ?
Di dinginnya malam
yang diselimuti tawa kesedihan,disini aku berdiri meratapi semua yang ku
jalani. Teingat masa itu, kesedihan ku menjadi keindahan dikala itu. Karena dia
yang selalu meminjamkan bahunya untuk ku menangis.dan itu mungkin tak mungkin
kudapati lagi.....
Berawal dari sisemut kecil yang mulai menghadapi harinya
dengan percaya diri. Sebelum harinya dimulai dengan ketakutan amat sangat
tentang pekerjaanya yang tak kunjung selesai. Takut sang pemimpin mengusirnya
dan tidah diberi makan.Ia menangis dalam hati. Samapai suatu saat di melihat
sesuatu yang paling disukainya didunia ini diambil oleh semut lain yang lebih
cantik, dia adalah gula. Gula yang paling manis yang pernah dia coba.
Ya dia hanya semut kecil yang selalu menatapi gula dalam
beku,hanya manatapnya dari jauh mendekat pun tak bisa. Bahakan ketika si semut
memaksa mendekati gula dan rasa itu membuncah meledak dan semuanya berhenti
mendadak. Beberapa detik dan seakan itu hanya sekejap dan aahh payah..si semut
yang payah..berharap gula yang paling manis sedunia menyukainya..
Dari ujung pohon si semut kecil meihat gula dengan
kagum..melihat indahnya butir butir halus ditambah rasa manis yang teramat
sangat. Sisemut kecil tau ada semut lain yang mencoba mengambil gula darinya.
Dan bahkan masih banyak lagi. Tapi itu temenya..dan mungkin sahabtnya...
Didalam sepinya hujan dia duduk diatas sebuagh batu ditepi
jalan. Melihat kesendiriannya dalam bayangan kelam masa lalu. Dia ingat siapa
dulu yang [ernah menjadi impiannya. Ya..dulu ia tempat bersandar si semut
kecil, tempat menangis dan mengadu. Tapi dia hanya sebuah daun kecil yang
terbang dan tak kembali. Kini bahkan dia menemukan gula, hal yang membuat
hidupnya berbeda.
Sisemut kecil itu mungkin merindukan daun kecil yang duu
bersamanya. Merindukan saat musim semi
mereka sealu bersama, berdua. sebelum si daun memilih untuk pergi dengan
angin. Angin yang membawa esejukan dan ketenangan..bodoh,,tentu saja dia
memilih angin yang lebih indah dan berarti dari seekor semut kecil pencari
makan.
Tapi gula ini berbeda, dia mungkin tidak melebihi arti daun
bagi si semut kecil tapi untuk sekarang dia lebih penting. Tapi apa yang harus
dilakukan si semut kecil ? menangis ? sudah....:terdiam ? sering ? mengagumi
?..tiap saat..
Sisemut kecil mulai mencari jalan hidupnya yang berantakan.
Dan mulai untuk menjauhi gula dengan berlahan walau itu selangkah demi
selangkah. Semut itu sadar dia tidak istimewa, tidak cantik dan tidak menarik, tapi
setidaknya dia bisa bahagia..ingin bahagia dengan sesuatu yang bisa
mencintainya apa adanya. Apa harus si semut kecil untuk selalu mengharapkan gula yang terlalu
manis dan banyak yang menyukai, atau berhrap daun kembali ?
Si semut kecil hanya bisa berharap..ada sesuatu yang masih
peduli denganya,dan memberikan sedikit kasih sayang untuk pengembara ini.
Meminjamkan bahu saat dia menangis..
Ah si semut kecil yang malang..menangis lah sayang..menangis
seakan kau tidak akan pernah bisa menangis lagi..
Menangislah sayang..si semut kecil yang malang...
Dan kuharap suatu saat sidaun atau si gula mengetahui isi
hati si semut yang malang ini..