kau tetap saja berkutat dengan game diponselku saat kita berdua. menyengir kuda saat aku mengambilnya. haha masa-masa itu. indah sekali bukan ? tidak. mungkin hanya bagiku. hei ! kamu tau tidak aku selalu ingat wajahmu yang selalu aku bilang tampan dulu. matamu yang sayu, bibir merahmu, hidungmu yang besar. aku rindu itu. bahkan kadang-kadang aku merindukan tahi lalat dikanan hidungmu dan goresan luka di kanan atas pelipismu. aku hafalan setiap struktur wajahmu ? bagaimana tidak, aku sudah lama kenal dengan mu. pacaran.
aku masih saja membatu disini. berharap bisa melihatmu sekali saja. andaikan angin bisa menyampaikan rinduku padamu. atau membawaku ke sudut hatimu yang masih kosong. apa masih ada ?
lagi-lagi aku memikirkan kamu oppa. apakah kamu masih berpacaran dengan gadis muda itu ? tapi mengingat itu membuatku kesulitan menahan detak jantungku yang seakan ingin melompat keluar.
tunggu, apa kamu pernah tau aku pernah ingin mati karena mu ? tidakkan. ah, tepat. wajahku tak mudah ditebak. senyuman yang melingkar ini un mungkin tidak tau betapa gilannya aku karenamu.
apa kamu pernah segila ini ? aku juga rindu suara motormu yang khas. keras tapi membuat ku senang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar